Senin, 07 Desember 2009

ILMU HIPNOTIZE TINGKAT TINGGI 2

I. PELBAGAI PELAKSANAAN ILMU HIPNOTIZE

KONSENTRASI KEKUASAAN DIRI

Konsentrasi kekuasaan diri menguakan suatu syarat mutlak untuk' tercapainya pelaksanaan daripada ilmu Hipnotize. Jadi metode yang ada hendaknya dapat dikuasai secara penuh terlebih dahulu sebelum melangkah pada gerak prakteknya, tanpa keadaan yang sempurna tentunya apa yang anda inginkan tidak akan mengalami keberhasilan sebagaimana mestinya. Untuk menambah daya konsentrasi anda, berdirilah di depan cermin, tatapan mata tajam arahkan ke arah antara 2 alis (cakra ajna), pandang terus (lebih bagus jika bisa tidak berkedip atau jika tidak tahan kurangi kedipan). Ciri ciri kekuatan Hipnotize telah masuk tampak seperti mata yang bersinar seperti mata kucing.


Alat bantu potret/photo ataupun gambar sebesar wajah ma¬nusia asli yang di gambar menghadap pada kita, bisa juga di¬gunakan sebagai sarana latihan untuk lebih mengungkap kekuatan hipnotis diri sendiri.

KONSENTRASI PASIP
Cara ke 1
o Berbaringlah Anda di tempat tidur tanpa memakai bantal, atau boleh juga dengan memakai yang tipis saja.
o Kendurkan seluruh urat-urat dan otot-otot Anda di seluruh tubuh dari mulai ujung kaki hingga kekepala sekendur-kendurnya (relaxation).
o Kedua belah tangan Anda hendaklah bersidakap di perut Anda dengan u jung jempol agak di tekankan ke "pusat" (navel) dan sementara itu bayangkan¬lah di dalam fikiran Anda, bahwa seluruh kekuatan sakti (gaib) yang berada di dalam diri Anda berkumpul di "pusat" (navel) Anda itu, dan bayang¬kanlah terus, bahwa kekuatan sakti itu semakin lama semakin membesar.
o Lakukanlah latihan ini terns mencrus, hingga terasa ada sesuatu "getaran yang aneh" menyerupai kesemutan di bagian pusat itu, lalu berangsur-ang¬sur menjalar ke kedua belah tangan Anda, dan akhirnya ke seluruh tubuh Anda.
o Selama dalam latihan, usahakanlah agar fikiran Anda tetap terpusat dan jangan dibiarkan melambrang kelain-lain hal.
o Sebaiknya lathan ini dilakukan pada tiap-tiap malam di kala Anda hendak tidur, hingga Anda tertidur dalam keadaan dan fikiran demikian.

Cara ke II
o Berdirilah atau bersilalah dengan lurus, dan kedua belah tangan bersidakap di peut, dagu agak menekur ke bahwh sedikit.
Ujung jari jempol Anda sebelah kanan hendaknya sedikit ditekankan
ke "pusat" (navel) Anda.
o Sambil berbuat demikian, hendaklah Anda suggest ikan kepada di ri sendiri kira-kira sbb. : "AKU MEMPUNYAI KEKUATAN GAIB YANG SA¬NGAT SAKTI, DAN HENDAKLAH IA BERKUMPUL DI PUSATKU INI KUSENTUIH DENGAN JARI JEMPOL KANANKU".
o Dalam pada itu hendaklah Anda sangka dalam fikiran Anda bahwa segenap kekuatan sakii Anda itu beah terkumpul di pusat Anda dan kekuatan mana semakin lama semakin membesar.






PEMINDAHAN PIKIRAN
Pemindahan pikiran atau disebut juga telepati terjadinya adalah karena pemancar memang telah menghendaki terlebih dahulu, untuk memindahkan pi¬kirannya kepada orang lain yang dikehendakinya. Jadi dengan demikian yang actief dalam hal ini orang yang sedang melakukan telepati itu (pemancar ). Ten¬tu saja waktu is memindahkan pikirannya kepada orang lain itu is mempunyai maksud-maksud tertentu.
Tanpa ada maksud yang tertentu tidak mungkin sescorang itu akan me¬mindahkan pikirannya kepada orang lain yang telah dikehendaki sedari semu¬la.
Biasanya ketika is memindahkan pikirannya kepada orang yang telah di¬kehendaki itu, is mempunyai maksud yang sedikit bnanyaknya sangat meng¬untungkan dirinya ( pemancar ).
Karena akan menyampaikan maksudnya itu secara lisan tak berani, dan is mengetahui cara yang lebih halus dan mungkin tak ada orang yang menge¬tahuinya, maka dipilihnyalah cara-cara yang sangat disukainya itu. Cara yang dimaksud itu tadi ialah memindahkan pikirannya kepada orang yang telah di¬maksud. Dalam memindahkan pikirannya kepada orang lain itu pemancar ha¬nya mempergunakan tenaga pikirannya sendiri.
Juga dalam hal melancarkan sugesti-sugestinyapun is hanya memakai su¬gestie mentalnya saja ( yang dinamakan dengan sugestie mental ialah sugestie yang tidak diucapkan lewat kata-kata, tetapi cukup kalau hanya dipikir saja. )
Jadi dalam hal ini yang sangat memegang peranan yang sangat penting sekali ialah pikiran.
Kalau akan memindahkan pikiran kita itu kepada orang lain yang telah kita kehendaki, maka kita harus ingat akan wajah dari orang-orang yang kita maksud itu tadi. Karena ini sangat berguna untuk melancarkan sugestie pikiran kita terhadapnya. Pemindahan pikiran Jari orang yang satu kepada orang lain ini dapat terjadi, kalau memang dengan sungguh-sungguh orang yang akan memindahkan pikirannya itu mempunyai kemauan yang kuat dalam dirinya bahwa memang is menghendaki cara yang demikian itu. Dengan demikian yang mendorong pikirannya untuk berpindah tempat kepikiran orang yang la¬in adalah daya kemauannya sendiri.

LATIHAN PERCOBAAN ILMU HIPNOTIZE KONTAK.

Eksperimen pendahuluan
o Ambillah seorang anak tanggung yang biasanya bersifat penurut dan sela¬lu dibawah pengaruh Anda ( lebih baik jika telah pernah Anda hipnotis ). o Berilah kepadanya saran pendshuluan yang bisa menarik perhatianya dan membikin is jadi percaya, misalnya : bahwa Anda memiliki suatu ilmu gaib yang nanti bisa menolongnya dalam pelbagai maksud, asal saja is bersedia untuk dicoba sebentar, dan menuruti segala pembicaraan Anda. (Bagi Anda yang telah menguasai hipnotisme tentu lebih mengenal teknik dan slag¬slag memberikan saran pendahuluan ini )
o Bawalah is di suatu ruangan yang tenang, sebaiknya di dalam sebuah kamar yang terkunci dimana Anda hanyalah berdua dengan orang percobaan itu Sinar lampu sebailmya agak remang remang saja.
o Pasanglah sebuah lilin, dan taruhlah lilin itu di atas sebuah meja dihadapan orang percobaan itu kira-kira 1 meter jauhnya dalam keadaan berhadap-ha¬dapan dengan Anda.
o Sarankanlah is supaya berdiri tegak lurus, kaki same dirapatkan, dan kedua belah tangannya disambungkan jari-jarinya di belakang lehemya.
o Matanya disuruh melihat kepada nyala lifin tadi dengan tidak boleb dipa¬lingkan kelain tempat.
o Sekarang pandangah hidung orang percobaan itu dengan pandangan hipno¬tis dan dengan sikap dalam latihan KA 11.
o Dalam pada itu katakanlah kepadanya, bahwa dengan izin Allah apabila is mendengar hitungan Anda "sate" ....., hendaklah is pegang sekeras-keras¬nya kesepuluh jari-jarinya yang telah disilangkan kebelakang tadi sambil ditekankan kedalam. Kemudian apabila is mendengar hitungartAnda "dua" ...., maka kedua belah tangannya pastilah akan terasa kaku dan, kencang dengan sendirinya, dan akhirnya apabila Anda menyebut "tiga"..., maka kedua belah tangannya itu pastilah terkonci .... dan tak dapat is buka lagi. Sewaktu Anda mengucal)kan saran-saran itu, hendaklah pandangan mata Anda memusat kepada pangkal hidungnya dan kata-kata Anda hendak¬lah tegas positif dan meyakinkan, seolah-olah sebagai perintah yang tak dapat ditawar-tawamya lagi.
o Sekarang anda boleh mulai menghitung .... satu .... dua...., ketika is sedang menarik nafas panjang ke atas, tekanlah "pusat" (naval) Anda dengan ujung jempol Anda dan serentak sebutlah .... tiga.
o Kemudian susullah dengan saran berikutnya yang cukup tegas misalnya "NAH SEKARANG KEDUA BELAH TANGAN SDR. SUDAH TER¬KONCI DAN TAK DAPAT SDR. BUKA LAGI, DENGAN IZINNYA ALLAH. COBALAH TENTU TIDAK BISA!"
o Apabila Anda berhasil dalam eksperimen pendahuluan ini pastilah orang percobaan Anda itu tak dapat membuka jari-jarinya walaupun dicobanya dengan sekuat tenaga.
o Untuk mengakhiri eksperimen ini hendaklah dengan segera Anda cabut kembali pengaruh Anda dengan menyarankan kepadanya, bahwa is sudah bisa membuka kembali kedua belah tangannya itu, sambil berkata demi¬kian, hendaknya Anda lepaskan kedua belah tangan Anda dari perut Anda.
o Dengan berhasilnya eksperimen pendahuluan Anda ini berartilah bahwa Anda telah memperoleh modal untuk melakukan perjalanan kontakisme selanjutnya
o Akan tetapi apabila Anda belum berhasil, maka hendaklah Anda lanjut¬kan lagi percobaan-percobaan semacam ini terhadap beberapa orang lainnya hingga Anda betul-betul berhasil.
oJanganlah hendaknya Anda lantas berkecil hati, atau berputus asa, dan ingat¬lah, bahwa orang yang lekas berputus asa itu selamanya akan kandas di tengah jalan, dan pasti tak akan berhasil dalam segala cita-citanya. Se lain daripada itu Anda boleh lakukan koreksi terhadap diri sendiri, apakah gerangan yang menyebabkan kegagalan Anda dalam eksperimen yang baru Anda lakukan itu. Mungkin terdapat suatu kesalahan atau kekurangannya baik tekhnis mau¬pun taktis Cobalah Anda periksa dengan teliti.
o Untuk selanjutnya perkataan "ORANG PERCOBAAN" akan kami sebut de-ngan nama SUYET saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar